Baresan Olot Masyarakat Adat (BOMA) Jawa Barat menganugerahkan gelar kehormatan “Satria Adhyaksa Nusantara” kepada Jaksa Agung Republik Indonesia ST Burhanuddin. Penganugerahan tersebut berlangsung di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI, Jakarta, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 Persatuan Jaksa Indonesia (PERSAJA), Rabu (6/5/2026).
Gelar kehormatan tersebut disampaikan sebagai bentuk penghormatan BOMA Jawa Barat kepada ST Burhanuddin. Menurut BOMA, penghargaan itu juga menjadi simbol harapan terhadap pelaksanaan penegakan hukum yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Prosesi penganugerahan dipimpin Sekretaris Jenderal BOMA Jawa Barat sekaligus Duta Sawala BOMA, Eka Santosa. Sejumlah unsur budaya Sunda turut digunakan dalam rangkaian acara sebagai bagian dari simbol penghormatan masyarakat adat.
Gelar Kehormatan Sarat Makna Budaya
Dalam prosesi tersebut, ST Burhanuddin menerima sejumlah atribut budaya Sunda, antara lain pakaian adat, iket Sunda, serta koja atau tas tradisional.
BOMA memaknai atribut tersebut sebagai simbol kepemimpinan, amanah, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut kemudian dikaitkan dengan tanggung jawab pejabat negara dalam menjalankan tugas dan kewenangannya.
Eka Santosa menjelaskan bahwa penganugerahan gelar tersebut tidak hanya dimaksudkan sebagai seremoni budaya. Menurut dia, terdapat pesan mengenai hubungan antara kearifan lokal dan tanggung jawab kenegaraan.
“Ini bukan sekadar seremoni. Ada nilai pengikat antara kearifan lokal dengan tanggung jawab kenegaraan,” kata Eka Santosa.
BOMA juga mengaitkan pemberian gelar tersebut dengan penilaian terhadap pelaksanaan tugas Kejaksaan RI, termasuk dalam penanganan sejumlah persoalan hukum dan kepentingan negara. Penilaian tersebut merupakan pandangan BOMA dan tidak ditempatkan sebagai kesimpulan independen redaksi.
Untuk menjaga akurasi pemberitaan, pernyataan langsung Eka Santosa dalam artikel ini merujuk pada bahan dokumentasi dan keterangan yang tersedia bagi redaksi.
ST Burhanuddin Terima Penghargaan sebagai Amanah
ST Burhanuddin menyampaikan apresiasi terhadap penghargaan yang diberikan BOMA Jawa Barat. Dalam keterangan yang diterima redaksi, penghargaan tersebut dipandang sebagai bentuk perhatian masyarakat adat terhadap institusi Kejaksaan RI.
“Ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat adat terhadap Kejaksaan RI dan menjadi penghargaan yang sangat berharga bagi kami.”
Burhanuddin juga menempatkan penghargaan tersebut sebagai amanah bagi institusi Kejaksaan untuk terus menjaga profesionalisme, integritas, transparansi, dan akuntabilitas dalam menjalankan tugas.
Penganugerahan tersebut berlangsung dalam rangkaian HUT ke-75 PERSAJA. Momentum tersebut menjadi ruang pertemuan antara institusi penegak hukum dengan perwakilan masyarakat adat Jawa Barat melalui pendekatan budaya.
BOMA Soroti Penegakan Hukum dan Lingkungan

Selain memberikan penghargaan, Eka Santosa menyampaikan perhatian BOMA terhadap sejumlah persoalan penegakan hukum, termasuk perlindungan lingkungan dan sumber daya alam.
Menurut Eka, kerusakan hutan, alih fungsi lahan, aktivitas pertambangan yang melanggar ketentuan, serta pencemaran lingkungan dapat menimbulkan dampak terhadap masyarakat dan kepentingan negara.
Ia berharap penegakan hukum lingkungan terus mendapat perhatian, terutama dalam perkara yang berkaitan dengan perlindungan kawasan hutan dan sumber daya alam.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai pandangan BOMA mengenai pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pengawasan lingkungan dan tata kelola sumber daya alam.
Masyarakat Adat dan Institusi Negara
Penganugerahan gelar “Satria Adhyaksa Nusantara” memperlihatkan salah satu bentuk interaksi antara masyarakat adat dan institusi negara melalui simbol budaya.
Bagi BOMA Jawa Barat, nilai kepemimpinan, amanah, dan tanggung jawab yang disampaikan dalam prosesi menjadi pesan moral kepada pejabat publik. Sementara bagi institusi Kejaksaan, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi yang diberikan oleh unsur masyarakat.
BOMA Jawa Barat selama ini menjadi wadah bagi sejumlah komunitas masyarakat adat di Tatar Sunda dalam berbagai kegiatan sosial, budaya, dan lingkungan. Keterlibatan dalam agenda tersebut menunjukkan bahwa isu kebudayaan dapat beririsan dengan perhatian masyarakat terhadap persoalan hukum dan tata kelola negara.
Penganugerahan gelar kepada ST Burhanuddin pada akhirnya menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-75 PERSAJA sekaligus momentum penyampaian pesan masyarakat adat mengenai pentingnya integritas dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah publik.
Baca Juga: Kumpulan Berita Nasional dan Kebijakan Publik Terbaru
Penulis: Iwan Gunesa

Iwan Gunesa aktif sebagai jurnalis di Aksi sejak 2021 dan tergabung dalam Jurnalis Bela Negara (JBN). Ia memiliki pengalaman menulis untuk media majalah dan media digital dengan fokus liputan nasional dan hukum.






