Eka Santosa Gagas Galeri Al-Quran Logam di Subang

Rudiawan Setiadarma

Updated on:

Eka Santosa bersama rekan-rekan berdiskusi mengenai gagasan Galeri Al-Quran Logam Subang.

Eka Santosa bersama kolektor seni Djen Himawan dan pengelola Padepokan Kedaton Giri Nusantara, Ki Semar BRS, menggagas pembangunan galeri Al-Quran berbahan logam di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Galeri tersebut direncanakan memuat Al-Quran 30 juz dalam sekitar 660 lembar kaligrafi logam berukuran rata-rata 1 x 2 meter. Gagasan itu dibahas dalam pertemuan di Padepokan Kedaton Giri Nusantara, Subang, Minggu (10/5/2025).

Galeri Al-Quran 30 Juz Berbahan Logam

Eka mengatakan dirinya telah mencapai kesepakatan dengan pihak padepokan untuk membuat galeri Al-Quran. Menurutnya, karya tersebut diharapkan dapat menjadi ruang yang mempertemukan seni, budaya, dan nilai spiritual.

“Alhamdulillah kita telah mencapai kesepakatan dengan Romo untuk membuat galeri Al-Quran,” ujar Eka Santosa.

Eka mengatakan galeri tersebut tidak hanya dirancang sebagai tempat memajang karya. Ia berharap pengunjung dapat menikmati kaligrafi sekaligus memperoleh ruang untuk membaca, merenung, dan memahami nilai yang terkandung dalam Al-Quran.

Ki Semar BRS menyambut gagasan tersebut sebagai bagian dari pengembangan Padepokan Kedaton Giri Nusantara sebagai ruang budaya dan pembelajaran. Menurutnya, nilai agama dan budaya memiliki hubungan dalam perjalanan kehidupan masyarakat Nusantara.

“Di tanah Sunda ini, budaya dan nilai religius sebenarnya saling menguatkan,” ujar Ki Semar.

Djen Himawan Soroti Tata Ruang Galeri

Djen Himawan menyoroti aspek artistik dan tata ruang karena setiap lembar kaligrafi memiliki ukuran yang cukup besar. Dengan jumlah sekitar 660 lembar, penempatan karya membutuhkan ruang yang disesuaikan dengan ukuran dan karakter visualnya.

“Ini bukan karya kecil. Karena ukurannya besar dan jumlahnya ratusan lembar, tentu membutuhkan ruang yang benar-benar dipikirkan secara matang,” kata Djen.

Setelah melihat sejumlah bagian kawasan padepokan, Djen menyebut terdapat beberapa titik yang dinilai sesuai untuk penempatan galeri. Penataan tersebut, menurut dia, perlu mempertimbangkan alur pengunjung dan keterpaduan karya dengan lingkungan sekitar.

“Kami tidak ingin hanya memajang karya. Penataannya juga harus punya alur dan suasana,” ujarnya.

Galeri Diharapkan Jadi Ruang Budaya

Suasana diskusi perencanaan Galeri Al-Quran Logam di Subang.
Pemaparan gagasan dan konsep pengembangan Galeri Al-Quran Logam di Kabupaten Subang. (Foto: Dok. Aksi.me)

Rencana pembangunan galeri Al-Quran logam tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek artistik. Para penggagas juga menempatkannya sebagai bagian dari aktivitas budaya dan pembelajaran yang dapat diakses masyarakat.

Jika terealisasi, galeri tersebut dapat menjadi bagian dari aktivitas budaya di Padepokan Kedaton Giri Nusantara. Pengembangannya juga berpotensi membuka ruang kolaborasi dengan seniman, pegiat budaya, dan pelaku ekonomi kreatif.

Bagi Eka, pendekatan seni dan budaya dapat menjadi salah satu cara menghadirkan nilai keagamaan dalam kehidupan masyarakat. Ia berharap galeri tersebut mampu mempertemukan karya seni kaligrafi dengan pengalaman budaya dan spiritual secara seimbang.

Rencana ini menjadi bagian dari gagasan pengembangan Padepokan Kedaton Giri Nusantara sebagai ruang yang menggabungkan unsur alam, budaya, seni, dan nilai keagamaan di Kabupaten Subang.


Baca Juga


Penulis: Rudiawan Setiadarma