BGN Nabire Fokuskan Layanan Gizi Ibu dan Anak, 1.200 Penerima Jadi Prioritas

Ken Zanindha

Updated on:

Ilustrasi Badan Gizi Nasional (BGN) yang mengoordinasikan program Makan Bergizi Gratis.

Aktivitas di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, mulai meningkat sejak memasuki triwulan II 2026. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Badan Gizi Nasional (BGN) kini difokuskan pada kelompok rentan yang terdiri atas ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Sebanyak 1.200 penerima manfaat dari kelompok yang dikenal sebagai pelayanan “3B” telah tercatat dalam program tersebut dan tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Nabire.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Aksi.me dari pelaksanaan program di Kabupaten Nabire, aktivitas penyiapan paket makanan bergizi mulai meningkat sejak memasuki triwulan II 2026.

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Nabire, Marsel Asyerem, mengatakan evaluasi pelaksanaan pada triwulan pertama menjadi dasar untuk memperbaiki sistem layanan di lapangan.

“Evaluasi triwulan I menjadi dasar untuk melakukan perbaikan menyeluruh. Pada triwulan II ini, kami fokus memastikan pelayanan 3B berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” kata Marsel di Nabire, Jumat.

Distribusi dan Kualitas Menjadi Prioritas

Menurut Marsel Asyerem, tantangan pelayanan gizi di Papua Tengah tidak hanya terkait ketersediaan pangan, tetapi juga akses distribusi dan kualitas makanan yang diterima masyarakat.

Karena itu, BGN Nabire memprioritaskan ketepatan sasaran penerima, kesesuaian gramasi makanan berdasarkan standar gizi, serta ketepatan waktu distribusi.

“Pelayanan harus tepat sasaran sesuai data, tepat jumlah berdasarkan standar gizi, dan tepat waktu agar kualitas makanan tetap terjaga saat diterima masyarakat,” ujarnya.

Faktor cuaca, kondisi transportasi, serta fluktuasi harga bahan pangan masih menjadi tantangan dalam menjaga kualitas pelayanan di wilayah tersebut.

14 Dapur SPPG Aktif Layani 1.200 Penerima

Saat ini terdapat 14 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang aktif beroperasi di Kabupaten Nabire. Fasilitas tersebut menjadi tulang punggung distribusi makanan bergizi bagi 1.200 penerima manfaat dari kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Keberadaan dapur SPPG dinilai penting untuk menjaga kesinambungan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini.

Di wilayah Indonesia Timur, persoalan gizi ibu dan anak masih menjadi tantangan yang dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari akses pangan bergizi hingga keterbatasan layanan kesehatan.

Program MBG Diarahkan Lebih Terukur

Ilustrasi Marsel Asyerem saat diwawancarai wartawan terkait program gizi di Kabupaten Nabire.
Ilustrasi Marsel Asyerem memberikan keterangan kepada wartawan. (Ilustrasi: aksi.me / AI)

Berbeda dengan pola bantuan pangan konvensional, program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Nabire mulai menerapkan pendekatan yang lebih terukur dengan memperhatikan kualitas kandungan gizi sesuai kebutuhan kelompok rentan.

BGN melibatkan tenaga ahli gizi dan akuntan dalam proses evaluasi guna menjaga kualitas layanan sekaligus memastikan pengelolaan anggaran berjalan transparan.

“Sinkronisasi data harga bahan pangan dan standar gizi terus kami lakukan agar pelayanan tetap efisien dan berkualitas,” kata Marsel.

BGN Nabire berharap pelaksanaan triwulan II dapat menjadi model pelayanan gizi yang lebih profesional di Papua Tengah. Fokus pada kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dinilai penting karena masa 1.000 hari pertama kehidupan memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan fisik dan kognitif anak.

“Ini adalah bentuk tanggung jawab kami untuk memastikan masyarakat, terutama ibu dan anak, mendapatkan hak gizi yang layak,” ujar Marsel.

Baca Juga: Pemerintah Kaji Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan, Dilema Menjaga JKN di Tengah Tekanan Ekonomi


Penulis: Ken Zanindha