Prabowo Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk

Maulani Hudayati Surya

Updated on:

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato saat meresmikan Museum Ibu Marsinah di Nganjuk.

Presiden Prabowo Subianto meresmikan Museum Ibu Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Museum yang dibangun menggunakan iuran buruh tersebut menjadi ruang dokumentasi sejarah Marsinah dan perjalanan gerakan buruh Indonesia.

Berdasarkan dokumentasi dan keterangan yang disampaikan dalam acara peresmian, Prabowo tiba sekitar pukul 08.58 WIB menggunakan kendaraan Maung. Presiden disambut Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea dan Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi.

Sejumlah masyarakat telah berkumpul di sekitar lokasi sejak pagi. Pengunjung juga melihat koleksi foto, arsip pemberitaan, dokumen, dan sejumlah barang yang disebut berkaitan dengan Marsinah.

Museum Marsinah Dibangun dari Iuran Buruh

Dalam keterangan yang disampaikan saat peresmian, Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea mengatakan pembangunan Museum Marsinah tidak menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

“Museum ini dibangun tanpa APBN, melainkan menggunakan iuran buruh,” kata Andi Gani.

Menurut Andi Gani, pembangunan museum diselesaikan dalam waktu sekitar empat bulan. Di kompleks yang sama juga dibangun rumah singgah untuk peziarah dan pengunjung dari luar daerah.

Museum tersebut menampilkan foto hitam putih, arsip pemberitaan media, dokumen, serta sejumlah barang yang disebut berkaitan dengan Marsinah. Salah satu koleksi yang diperlihatkan kepada Presiden adalah pakaian terakhir yang disebut dikenakan Marsinah.

Keberadaan koleksi tersebut melengkapi dokumentasi mengenai perjalanan Marsinah sekaligus memberikan konteks sejarah mengenai gerakan buruh pada awal 1990-an.

Marsinah dalam Sejarah Gerakan Buruh Indonesia

Marsinah merupakan buruh pabrik di Sidoarjo yang terlibat dalam perjuangan pekerja terkait persoalan upah pada 1993. Ia kemudian ditemukan meninggal dunia pada Mei tahun yang sama, dan kasus tersebut menjadi perhatian nasional serta internasional.

Kasus Marsinah kemudian menjadi bagian penting dalam sejarah gerakan buruh Indonesia. Namanya hingga kini kerap dikaitkan dengan perjuangan hak pekerja dan pembahasan mengenai kondisi hubungan industrial pada masa tersebut.

Kehadiran keluarga turut menjadi bagian dari peresmian museum. Kakak Marsinah, Marsini, dan adiknya, Wijiyati, hadir menyaksikan peresmian ruang yang didedikasikan untuk mengenang perjalanan hidup anggota keluarga mereka.

Bagi pengunjung, koleksi foto dan arsip pemberitaan di museum memberikan gambaran mengenai perhatian publik terhadap kasus Marsinah pada 1993. Dokumentasi tersebut juga menjadi bagian dari arsip sejarah yang dapat dipelajari generasi berikutnya.

Prabowo dan Ruang Ingatan Gerakan Buruh

Suasana peresmian Museum Ibu Marsinah oleh Prabowo Subianto yang dihadiri jajaran pejabat dan tamu undangan.
Suasana prosesi sambutan Presiden Prabowo Subianto di dalam area Museum Ibu Marsinah di Nganjuk. (Foto: Dok. Aksi.me)

Peresmian Museum Marsinah turut dihadiri sejumlah pejabat negara, antara lain Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Agus Subiyanto, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta Sekjen ITUC Asia Pacific Shoya Yoshida.

Hadir pula Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dan Menteri Hukum Supratman Andi Agtas. Kehadiran pemerintah dan perwakilan organisasi pekerja menambah konteks acara sebagai ruang publik yang mendokumentasikan sejarah gerakan buruh.

Museum Marsinah juga menyediakan ruang bagi masyarakat untuk mengenal kembali perjalanan seorang pekerja yang menjadi bagian dari sejarah ketenagakerjaan Indonesia. Arsip berupa foto, dokumen, dan pemberitaan dapat menjadi bahan dokumentasi sejarah bagi generasi berikutnya.

Peresmian Museum Marsinah di Nganjuk menandai hadirnya ruang khusus yang menyimpan berbagai dokumentasi mengenai Marsinah dan sejarah gerakan buruh Indonesia. Keberadaan museum tersebut menambah ruang publik untuk menyimpan arsip dan dokumentasi mengenai Marsinah serta perjalanan perjuangan hak pekerja di Indonesia.

Baca Juga: Dapatkan pembaruan berita hukum, politik, dan kebijakan pemerintah terbaru melalui Kategori Berita Nasional.


Penulis: Maulani Hudayati Surya