SPMB Cirebon: Orang Tua Masih Kesulitan Memahami Petunjuk Teknis Pendaftaran

Kintan

Updated on:

Spmb.jakarta.go.id

CIREBON — Proses Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) di wilayah Cirebon masih menyisakan sejumlah kendala di kalangan orang tua calon mahasiswa. Salah satu persoalan yang kerap muncul adalah kesulitan dalam memahami petunjuk teknis pendaftaran yang dinilai belum sepenuhnya ramah bagi pengguna awam.

Kondisi ini menjadi perhatian karena tahap pendaftaran merupakan langkah krusial yang menentukan kelancaran proses seleksi. Kesalahan dalam memahami prosedur dapat berdampak langsung pada peluang calon mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Petunjuk Teknis Dinilai Terlalu Rumit

Sejumlah orang tua mengaku mengalami kebingungan saat membaca panduan pendaftaran, terutama pada bagian teknis seperti pengisian data, pengunggahan dokumen, serta proses pembayaran.

Tidak sedikit yang menilai bahasa yang digunakan dalam petunjuk tersebut masih terlalu formal dan mengandung istilah teknis yang sulit dipahami. Selain itu, struktur panduan yang panjang tanpa penjelasan visual juga membuat proses pemahaman menjadi lebih sulit.

“Kadang bingung di bagian upload dokumen, harus format apa dan ukurannya berapa. Tidak ada contoh yang jelas,” ujar Abdul Salam salah satu orang tua calon pendaftar.

Minimnya Panduan Visual Jadi Kendala

Selain faktor bahasa, ketiadaan panduan visual seperti gambar langkah-langkah atau video tutorial juga menjadi hambatan tersendiri. Padahal, bagi sebagian orang tua yang tidak terbiasa dengan sistem digital, panduan visual dinilai sangat membantu.

Dalam praktiknya, banyak calon pendaftar yang akhirnya harus mencari bantuan dari pihak lain, seperti operator sekolah atau kerabat yang lebih memahami teknologi.

Hal ini menunjukkan bahwa kesenjangan literasi digital masih menjadi tantangan dalam implementasi sistem pendaftaran berbasis online.

Baca Juga: PSI Tegaskan Tak Beri Bantuan Hukum untuk Grace Natalie, Sebut Pernyataan Bersifat Pribadi

Berpotensi Hambat Proses Pendaftaran

Kebingungan dalam memahami petunjuk teknis tidak hanya berdampak pada kenyamanan pengguna, tetapi juga berpotensi menimbulkan kesalahan dalam pengisian data. Jika tidak segera diperbaiki, kondisi ini dapat menyebabkan keterlambatan bahkan kegagalan dalam proses pendaftaran.

Di sisi lain, ketidaksesuaian data atau kesalahan unggah dokumen juga dapat memperpanjang proses verifikasi oleh panitia seleksi.

Perlu Penyederhanaan dan Pendampingan

SPMB Cirebon

Pengamat pendidikan menilai bahwa penyederhanaan petunjuk teknis menjadi langkah penting yang perlu segera dilakukan. Penggunaan bahasa yang lebih sederhana, disertai contoh konkret, dinilai dapat membantu meningkatkan pemahaman masyarakat.

Selain itu, penyediaan video tutorial atau simulasi pendaftaran juga dapat menjadi solusi efektif untuk menjembatani keterbatasan literasi digital.

Tidak kalah penting, keberadaan layanan bantuan atau helpdesk yang responsif juga dapat membantu menjawab pertanyaan masyarakat secara langsung.

Baca Juga: BOMA Anugerahkan Gelar “Satria Adhyaksa Nusantara” kepada Jaksa Agung, Simbol Sinergi Budaya dan Penegakan Hukum

Momentum Perbaikan Sistem Digital

Kasus ini menjadi pengingat bahwa transformasi digital dalam dunia pendidikan harus diiringi dengan kesiapan pengguna. Sistem yang baik tidak hanya canggih secara teknologi, tetapi juga mudah diakses dan dipahami oleh semua kalangan.

Penyelenggara SPMB diharapkan dapat menjadikan masukan dari masyarakat sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan ke depan.

Penutup

Kesulitan yang dialami sebagian orang tua dalam memahami petunjuk teknis SPMB Cirebon menunjukkan masih adanya celah dalam implementasi sistem pendaftaran online. Dengan perbaikan yang tepat, mulai dari penyederhanaan bahasa hingga penambahan panduan visual, proses pendaftaran diharapkan dapat berjalan lebih lancar dan inklusif.

Upaya ini penting agar setiap calon mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan tinggi tanpa terhambat oleh kendala teknis.