Kebakaran yang melanda salah satu tower di Apartemen Mediterania, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Kamis pagi (30/4), memicu evakuasi darurat terhadap sejumlah penghuni yang terjebak di dalam gedung. Kepulan asap tebal yang dengan cepat memenuhi area dalam bangunan membuat proses penyelamatan harus dilakukan dengan metode tidak biasa.
Petugas pemadam kebakaran terpaksa mengevakuasi penghuni melalui sisi luar gedung menggunakan tangga berjenjang, menyusul terbatasnya akses dari dalam akibat kondisi asap yang pekat.
Evakuasi Ekstrem dari Lantai Enam
Pantauan di lokasi sekitar pukul 09.25 WIB menunjukkan proses evakuasi berlangsung intensif. Petugas menurunkan penghuni satu per satu dari lantai atas, termasuk dari lantai enam, dengan pengamanan ketat menggunakan tali pengaman.
Langkah ini diambil untuk meminimalkan risiko jatuh selama proses evakuasi. Beberapa penghuni terlihat mengalami kepanikan, namun berhasil ditenangkan oleh petugas di lapangan.
Kondisi di dalam gedung dilaporkan sangat sulit dijangkau karena visibilitas yang menurun drastis akibat asap tebal. Situasi tersebut membuat jalur evakuasi internal tidak dapat digunakan secara optimal.
Baca Juga: Dorong Pertumbuan UMKM, Masjid Agung Bandung Kembali Gelar Ramadan Fest
Asap Tebal Hambat Penyelamatan dari Dalam
Asap pertama kali terlihat keluar dari lantai dua sekitar pukul 09.00 WIB. Dalam waktu singkat, asap menyebar ke berbagai bagian gedung dan memperparah kondisi di dalam.
Petugas mengalami kendala dalam menjangkau titik api maupun penghuni yang masih berada di dalam karena minimnya jarak pandang. Hal ini mendorong tim penyelamat untuk memprioritaskan evakuasi melalui bagian luar bangunan.
Di sisi lain, posko darurat terus melakukan pendataan terhadap penghuni yang telah berhasil dievakuasi. Hingga sekitar pukul 10.00 WIB, proses penyelamatan masih berlangsung dan petugas terus melakukan penyisiran.
Respons Cepat Jadi Kunci Penanganan
Kecepatan respons petugas pemadam kebakaran menjadi faktor penting dalam mengendalikan situasi. Lokasi kantor pemadam yang berada di sekitar area kejadian memungkinkan tim segera bergerak begitu laporan masuk.
Seorang saksi mata, Abdul, menyebut api mulai terlihat tidak lama setelah aktivitas pagi dimulai.
“Sekitar jam tujuh sudah mulai aktivitas, lalu kira-kira 15 menit kemudian kejadian mulai terlihat,” ujarnya.
Sorotan terhadap Sistem Keselamatan Gedung
Insiden ini kembali menyoroti pentingnya sistem keselamatan kebakaran di hunian vertikal, khususnya di kawasan padat penduduk seperti Jakarta Barat.
Evakuasi melalui sisi luar gedung menjadi indikasi bahwa dalam kondisi darurat tertentu, jalur evakuasi standar tidak selalu dapat diandalkan. Oleh karena itu, kesiapan infrastruktur seperti:
- Sistem ventilasi asap
- Tangga darurat yang memadai
- Alarm kebakaran yang responsif
menjadi faktor krusial dalam meminimalkan risiko korban.
Selain itu, edukasi kepada penghuni terkait prosedur darurat juga menjadi aspek yang tidak kalah penting.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab kebakaran maupun jumlah pasti korban terdampak. Pihak berwenang masih melakukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan sumber api dan dampak keseluruhan dari insiden tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa risiko kebakaran di lingkungan hunian padat tetap tinggi dan membutuhkan kesiapsiagaan dari berbagai pihak.
Dalam situasi darurat seperti ini, koordinasi cepat, kesiapan sistem, serta kesadaran penghuni menjadi kunci utama dalam mencegah dampak yang lebih besar.
Baca Juga: Eka Santosa Soroti Dugaan Pelanggaran Prosedur KPK dalam Penanganan Kasus Ono Surono






