BPJS Ketenagakerjaan Padangsidimpuan Ajak Warga Jaga Kebersihan Aek Sijorni

Redaksi Kesehatan

Updated on:

Pagi di kawasan Pemandian Aek Sijorni, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan, Minggu (2/11/2025), terasa berbeda dari biasanya. Di sela suara air yang mengalir dari perbukitan dan ramainya pengunjung akhir pekan, puluhan pegawai BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Padangsidimpuan tampak memunguti sampah, membersihkan area wisata, dan berdialog dengan warga sekitar.

Mereka datang bukan dalam agenda seremonial, melainkan melalui kegiatan employee volunteering bertema “Bersama Kita Wujudkan Wisata Bersih, Nyaman, dan Berkelanjutan”. Di lokasi yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam favorit di Tapanuli Selatan itu, para pegawai turun langsung membersihkan kawasan sekaligus menyerahkan bantuan tempat sampah kepada pengelola wisata.

Aksi sederhana tersebut menjadi pengingat bahwa persoalan kebersihan di ruang wisata bukan hanya tanggung jawab pengelola atau pemerintah daerah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan banyak pihak, termasuk institusi publik dan masyarakat.

Menjaga Wisata Alam dari Ancaman Sampah

Aek Sijorni selama bertahun-tahun menjadi tujuan wisata warga dari berbagai daerah di Sumatra Utara. Lanskap alamnya yang hijau, kolam alami yang jernih, serta suasana pegunungan yang sejuk membuat kawasan ini ramai dikunjungi, terutama saat akhir pekan dan musim libur.

Namun seperti banyak destinasi wisata alam lainnya, meningkatnya jumlah pengunjung juga membawa tantangan baru, terutama terkait pengelolaan sampah dan kesadaran menjaga lingkungan.

Di sejumlah sudut kawasan wisata, sampah plastik dan sisa makanan kerap menjadi persoalan yang muncul berulang. Jika tidak ditangani secara konsisten, kondisi ini berisiko mengurangi kenyamanan pengunjung sekaligus merusak ekosistem sekitar.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Padangsidimpuan, Christian Natanael Sianturi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen lembaganya untuk hadir tidak hanya melalui layanan jaminan sosial ketenagakerjaan, tetapi juga lewat kontribusi sosial dan lingkungan.

“Aek Sijorni adalah salah satu ikon wisata terbaik di Tapanuli Selatan. Melalui kegiatan relawan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Wisata yang bersih dan nyaman akan memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Lebih dari Sekadar Bersih-Bersih

Kegiatan itu tidak berhenti pada aksi memungut sampah atau menyerahkan fasilitas kebersihan. Di lapangan, para relawan juga berinteraksi dengan pengunjung dan warga sekitar mengenai pentingnya menjaga kawasan wisata tetap bersih.

Pendekatan seperti ini dinilai lebih efektif karena membangun kesadaran secara langsung. Banyak persoalan lingkungan sebenarnya bukan disebabkan oleh kurangnya fasilitas semata, melainkan rendahnya kebiasaan menjaga ruang publik bersama.

Dalam beberapa tahun terakhir, konsep employee volunteering memang semakin banyak diterapkan berbagai institusi sebagai bagian dari budaya kerja yang lebih partisipatif. Pegawai tidak hanya bekerja di balik meja, tetapi juga diajak memahami persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.

Christian menyebut semangat kerelawanan tersebut telah menjadi bagian dari budaya kerja di BPJS Ketenagakerjaan.

“Seluruh pegawai didorong untuk berperan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan sebagai bentuk kontribusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” katanya.

Wisata Bersih dan Dampaknya bagi Ekonomi Lokal

BPJS Ketenagakerjaan Padangsidimpuan Ajak Warga Jaga Kebersihan Aek Sijorni

Bagi masyarakat sekitar, keberlanjutan kawasan wisata seperti Aek Sijorni memiliki dampak ekonomi yang nyata. Banyak warga menggantungkan penghasilan dari aktivitas wisata, mulai dari berdagang makanan, jasa parkir, hingga penginapan sederhana.

Karena itu, menjaga kebersihan bukan hanya soal estetika, tetapi juga menyangkut keberlangsungan ekonomi masyarakat lokal.

Pengelola Pemandian Aek Sijorni menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka berharap kepedulian serupa dapat terus tumbuh dan menjadi contoh bagi berbagai pihak lain untuk ikut menjaga destinasi wisata alam di Tapanuli Selatan.

Di tengah meningkatnya kesadaran publik terhadap isu lingkungan, wisata yang bersih dan tertata kini menjadi salah satu faktor penting yang menentukan minat pengunjung. Banyak wisatawan mulai lebih selektif memilih lokasi yang nyaman, aman, dan memiliki pengelolaan lingkungan yang baik.

Dalam konteks itu, upaya kecil seperti penyediaan tempat sampah dan edukasi kepada pengunjung sebenarnya memiliki dampak jangka panjang yang cukup besar.

Baca Juga: BPOM Tarik 11 Produk Kosmetik Berbahaya, Dari Merkuri hingga Zat Pemicu Kanker

Membangun Kesadaran Bersama

Persoalan lingkungan sering kali dianggap sebagai isu yang jauh dan besar. Padahal, perubahan justru kerap dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Kegiatan yang dilakukan BPJS Ketenagakerjaan Padangsidimpuan menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak selalu harus hadir dalam bentuk program besar atau proyek mahal. Kehadiran langsung di lapangan, interaksi dengan masyarakat, dan aksi nyata justru sering meninggalkan dampak yang lebih terasa.

Di kawasan wisata seperti Aek Sijorni, tantangan menjaga kebersihan akan selalu ada seiring meningkatnya jumlah pengunjung. Namun, ketika kesadaran mulai dibangun bersama—antara pengelola, masyarakat, pengunjung, dan institusi—upaya menjaga kelestarian alam menjadi lebih mungkin dilakukan secara berkelanjutan.

Pada akhirnya, wisata alam bukan hanya tempat untuk dikunjungi, tetapi ruang bersama yang kualitasnya ditentukan oleh cara semua orang memperlakukannya.

Baca Juga: Gusmus Raksa Jasad: Ketika Terapi Warisan Leluhur Menemukan Tempat di Tengah Pengobatan Modern


Penulis: Redaksi Kesehatan
Editor: Tim Editorial