Memilih susu formula tidak cukup dilakukan dengan melihat merek, harga, atau klaim nutrisi pada kemasan. Orang tua perlu mempertimbangkan usia anak, peruntukan produk, informasi nilai gizi, daftar bahan, keamanan produk, serta kondisi kesehatan anak.
Artikel ini membahas prinsip memilih susu formula dan cara membaca labelnya, bukan merekomendasikan merek tertentu. Informasi disusun berdasarkan regulasi Indonesia serta sumber kesehatan tepercaya agar dapat menjadi panduan edukatif yang bertanggung jawab.
Catatan penting: ASI tetap menjadi standar utama pemberian makan bayi. Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa PP Nomor 28 Tahun 2024 mengatur hak bayi mendapatkan ASI eksklusif sejak lahir sampai usia 6 bulan, kemudian dilanjutkan sampai usia 2 tahun bersama makanan pendamping ASI (MPASI).
Ringkasan Cepat
-
Pilih formula berdasarkan kelompok usia dan peruntukannya.
-
Baca Informasi Nilai Gizi dan daftar bahan secara bersamaan.
-
Bandingkan kandungan nutrisi menggunakan ukuran atau satuan yang sama.
-
Jangan menjadikan harga atau klaim pemasaran sebagai ukuran utama kualitas.
-
Formula khusus untuk kondisi medis sebaiknya digunakan berdasarkan penilaian tenaga kesehatan.
-
Perhatikan kebersihan, takaran, penyiapan, dan penyimpanan formula.
-
Jangan mengganti formula berulang kali hanya berdasarkan iklan atau rekomendasi media sosial.
Mengapa Pemilihan Susu Formula Perlu Diperhatikan?
Kebutuhan gizi bayi dan anak berubah sesuai usia serta tahap pertumbuhan. Karena itu, produk formula memiliki peruntukan dan informasi pada label yang perlu diperiksa sebelum digunakan.
Kementerian Kesehatan menempatkan ASI sebagai sumber nutrisi utama bagi bayi, dengan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama dan dilanjutkan bersama MPASI sampai usia dua tahun.
Penggunaan susu formula perlu ditempatkan dalam konteks kebutuhan masing-masing bayi. Apabila terdapat persoalan menyusui, pertumbuhan, alergi, atau kondisi medis tertentu, konsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan dapat membantu menentukan pilihan yang sesuai.
Cara Tepat Memilih Susu Formula
1. Sesuaikan dengan Usia dan Peruntukan
Periksa kelompok usia yang tercantum pada kemasan. Jangan memilih produk hanya karena terdapat kandungan vitamin, mineral, atau komponen tertentu yang terlihat lebih tinggi.
Kesesuaian formula tidak ditentukan oleh satu zat gizi saja. Keseluruhan komposisi, kelompok usia, dan peruntukan produk perlu diperhatikan secara bersamaan.
2. Periksa Kondisi Kemasan dan Informasi Produk
Pastikan kemasan tidak rusak, informasi produk dapat dibaca, dan tanggal kedaluwarsa belum terlewati.
Perhatikan pula petunjuk penggunaan, penyimpanan, serta cara penyiapan. Informasi tersebut merupakan bagian penting dari penggunaan produk secara aman.
3. Baca Daftar Bahan
Daftar bahan memberikan informasi mengenai komponen yang digunakan dalam produk, termasuk sumber protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, dan bahan lainnya.
Bagi anak yang mempunyai kondisi khusus atau pernah mengalami reaksi setelah mengonsumsi produk tertentu, daftar bahan menjadi semakin penting. Jangan mengganti formula secara mandiri jika terdapat dugaan alergi atau masalah kesehatan.
Cara Membaca Kandungan Nutrisi Susu Formula
Informasi nilai gizi membantu pembaca memahami kandungan zat gizi dalam suatu produk. Peraturan BPOM Nomor 10 Tahun 2026 tentang Informasi Nilai Gizi pada Label Pangan Olahan tercatat berstatus berlaku pada saat artikel ini diperbarui, yaitu 25 Agustus 2026. Peraturan tersebut ditetapkan pada 9 Juni 2026 dan diundangkan pada 17 Juni 2026 serta mencabut sejumlah ketentuan sebelumnya, termasuk PerBPOM Nomor 26 Tahun 2021.
Berikut komponen yang dapat diperhatikan saat membaca label:
| Komponen | Yang Perlu Diperiksa | Fungsi Secara Umum |
|---|---|---|
| Energi | kkal berdasarkan ukuran yang tercantum | Menunjukkan kontribusi energi |
| Protein | gram berdasarkan ukuran yang tercantum | Mendukung pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan |
| Lemak | gram berdasarkan ukuran yang tercantum | Salah satu sumber energi dan komponen penting tubuh |
| Karbohidrat | gram berdasarkan ukuran yang tercantum | Salah satu sumber energi |
| Vitamin | Jenis dan jumlah | Mendukung berbagai fungsi tubuh |
| Mineral | Misalnya kalsium dan zat besi | Mendukung berbagai proses fisiologis |
Mengapa Ukuran Sajian Harus Diperhatikan?
Kesalahan yang sering terjadi adalah membandingkan angka dari dua produk tanpa memeriksa dasar pengukurannya.
Misalnya, produk A mencantumkan kandungan nutrisi per 100 gram, sedangkan produk B menggunakan per sajian. Angka tersebut tidak dapat dibandingkan secara langsung.
Untuk memperoleh perbandingan yang lebih objektif, gunakan dasar pengukuran yang sama dan perhatikan ukuran sajian yang tercantum pada masing-masing kemasan.
Formula Standar dan Formula Khusus Itu Berbeda

Formula standar berbeda dari formula yang dirancang untuk kebutuhan medis tertentu. Formula khusus tidak sebaiknya dipilih hanya karena klaim pada kemasan, pengalaman pengguna lain, atau rekomendasi di media sosial.
Pada kondisi tertentu, seperti dugaan alergi atau masalah kesehatan yang memengaruhi kebutuhan nutrisi, pemilihan formula perlu dinilai oleh dokter atau tenaga kesehatan.
Pendekatan tersebut penting karena kondisi setiap bayi berbeda. Formula yang sesuai untuk satu anak belum tentu sesuai untuk anak lainnya.
Apakah Susu Formula yang Mahal Lebih Bagus?
Tidak selalu. Harga bukan indikator tunggal untuk menentukan kesesuaian susu formula.
Pertimbangan yang lebih relevan meliputi kelompok usia, peruntukan, komposisi, informasi nilai gizi, keamanan, serta kebutuhan individual anak. Klaim pemasaran tidak seharusnya menggantikan penilaian terhadap informasi produk dan kondisi anak.
Apakah Susu Formula Harus Sesuai Usia Bayi?
Ya. Kelompok usia dan peruntukan pada label perlu diperhatikan karena produk dibuat untuk kebutuhan kelompok usia tertentu.
Jika bayi mempunyai kebutuhan khusus yang membuat formula biasa tidak sesuai, pilihan produk sebaiknya dibicarakan dengan tenaga kesehatan.
Kapan Bayi Membutuhkan Formula Khusus?
Formula khusus dapat digunakan pada kondisi tertentu yang membutuhkan penanganan nutrisi spesifik. Penentuannya sebaiknya berdasarkan evaluasi tenaga kesehatan, bukan semata-mata berdasarkan gejala yang diamati sendiri.
Jika bayi menunjukkan reaksi yang tidak biasa setelah mengonsumsi suatu produk, jangan melakukan pergantian formula berulang kali tanpa mencari penyebab dan mendapatkan pertimbangan profesional.
Apakah Susu Formula Boleh Diganti-Ganti?
Pergantian formula sebaiknya memiliki alasan yang jelas. Perubahan produk hanya karena promosi, tren, atau pengalaman pengguna lain tidak menjadi dasar yang cukup untuk menentukan formula yang paling sesuai.
Jika terdapat masalah toleransi, pertumbuhan, atau kondisi kesehatan, konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan sebelum mengganti produk.
Cara Menyiapkan Susu Formula dengan Aman
Pemilihan produk yang tepat harus diikuti dengan penyiapan yang benar. WHO menjelaskan bahwa susu formula bubuk dapat terkontaminasi dan bukan produk steril, sehingga kebersihan dalam proses penyiapan merupakan bagian penting dari keamanan pemberian.
Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan:
-
Cuci tangan sebelum menyiapkan susu.
-
Bersihkan permukaan dan peralatan yang digunakan.
-
Gunakan air yang aman dan ikuti petunjuk produk mengenai penyiapan.
-
Gunakan takaran bubuk dan air sesuai instruksi pada kemasan.
-
Jangan membuat larutan lebih pekat atau lebih encer dari petunjuk.
-
Perhatikan batas waktu penggunaan setelah susu dilarutkan.
-
Simpan produk sesuai petunjuk pada kemasan.
-
Jangan menyimpan sisa susu secara sembarangan untuk pemberian berikutnya.
WHO secara khusus menekankan pentingnya praktik kebersihan dalam menyiapkan, menyimpan, dan menangani formula bayi bubuk karena risiko kontaminasi dapat muncul dari lingkungan maupun orang yang menyiapkannya.
Apa yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli?
Gunakan pemeriksaan berikut agar keputusan tidak hanya berdasarkan merek atau iklan:
-
Usia: apakah sesuai dengan kelompok usia anak?
-
Peruntukan: apakah produk merupakan formula standar atau formula khusus?
-
Label: apakah informasi produk dan nilai gizinya jelas?
-
Komposisi: apa saja bahan yang digunakan?
-
Ukuran sajian: apakah dapat dibandingkan secara adil dengan produk lain?
-
Keamanan: apakah kemasan utuh dan belum kedaluwarsa?
-
Kondisi anak: apakah terdapat kebutuhan medis tertentu?
-
Petunjuk penggunaan: apakah cara penyiapan dan penyimpanannya dapat diikuti dengan benar?
Dasar Hukum dan Referensi Tepercaya
PP Nomor 28 Tahun 2024
PP Nomor 28 Tahun 2024 merupakan peraturan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa ketentuan mengenai ASI terdapat antara lain pada Pasal 24 sampai Pasal 48, termasuk ketentuan mengenai pemberian ASI eksklusif dan perlindungan terhadap praktik promosi produk pengganti ASI yang tidak sesuai ketentuan.
PerBPOM Nomor 10 Tahun 2026
Peraturan BPOM Nomor 10 Tahun 2026 mengatur informasi nilai gizi pada label pangan olahan. JDIH BPOM mencatat peraturan ini berstatus berlaku dan mencabut PerBPOM Nomor 26 Tahun 2021 serta sejumlah ketentuan sebelumnya mengenai informasi nilai gizi.
Kementerian Kesehatan
Materi Kementerian Kesehatan mengenai ASI dan pemberian makan bayi dan anak dapat digunakan sebagai rujukan kesehatan masyarakat. Kemenkes menegaskan pentingnya ASI eksklusif selama enam bulan dan pemberian ASI lanjutan bersama MPASI.
World Health Organization
WHO menyediakan panduan mengenai penyiapan, penyimpanan, dan penanganan formula bayi bubuk secara aman, termasuk pentingnya kebersihan selama proses penyiapan.
Kesimpulan
Memilih susu formula bukan persoalan mencari produk dengan harga paling tinggi atau kandungan tertentu yang terlihat paling menonjol. Pilihan yang lebih rasional dilakukan dengan memeriksa usia dan peruntukan produk, membaca daftar bahan serta informasi nilai gizi, membandingkan angka menggunakan ukuran yang sama, dan mempertimbangkan kondisi individual anak.
ASI tetap menjadi standar utama pemberian makan bayi sesuai rekomendasi kesehatan dan ketentuan yang berlaku. Apabila susu formula diperlukan, penggunaannya perlu dilakukan secara tepat dan, untuk kondisi khusus, berdasarkan pertimbangan tenaga kesehatan.
Cara menyiapkan formula juga tidak kalah penting dari pemilihan produk. Kebersihan tangan dan peralatan, penggunaan air yang aman, takaran yang tepat, serta kepatuhan terhadap petunjuk produk merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan pemberian formula.
FAQ: Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah susu formula yang mahal lebih baik daripada yang murah?
Tidak selalu. Harga tidak dapat dijadikan satu-satunya ukuran kualitas atau kesesuaian produk. Perhatikan kelompok usia, peruntukan, komposisi, informasi nilai gizi, keamanan, dan kebutuhan anak.
Bagaimana cara membaca kandungan gizi susu formula?
Mulailah dari ukuran penyajian, kemudian periksa energi, protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral. Saat membandingkan dua produk, gunakan satuan dan ukuran yang sama agar hasilnya tidak menyesatkan.
Apakah susu formula harus sesuai usia bayi?
Ya. Gunakan produk sesuai kelompok usia dan peruntukan yang tercantum pada kemasan. Formula khusus untuk kondisi tertentu perlu dipilih berdasarkan pertimbangan tenaga kesehatan.
Kapan bayi membutuhkan formula khusus?
Pada kondisi tertentu yang memerlukan kebutuhan nutrisi khusus. Penentuannya sebaiknya dilakukan setelah evaluasi dokter atau tenaga kesehatan, bukan berdasarkan iklan atau rekomendasi pengguna lain.
Apakah susu formula boleh diganti-ganti?
Sebaiknya tidak dilakukan tanpa alasan yang jelas. Jika terdapat masalah setelah mengonsumsi formula, konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk menentukan apakah pergantian produk memang diperlukan.
Apa yang harus diperhatikan saat membuat susu formula?
Kebersihan, takaran, air, waktu penggunaan, dan penyimpanan harus diperhatikan. Ikuti petunjuk pada kemasan dan praktik keamanan penyiapan yang dianjurkan. WHO menekankan bahwa formula bayi bubuk bukan produk steril sehingga penanganan yang higienis penting.
Apakah daftar bahan lebih penting daripada merek?
Daftar bahan dan informasi nilai gizi lebih relevan untuk memahami isi produk daripada sekadar nama merek. Namun, kesesuaian produk tetap harus dilihat berdasarkan usia, peruntukan, serta kondisi anak.
Apakah orang tua boleh memilih formula khusus sendiri?
Sebaiknya tidak untuk kondisi medis. Jika terdapat dugaan alergi, gangguan pertumbuhan, atau masalah kesehatan lain, jenis formula sebaiknya ditentukan setelah mendapatkan penilaian tenaga kesehatan.
Baca Juga
Internal linking — ganti dengan URL artikel yang sudah tersedia di situs sebelum publish:
Panduan Memahami Kebutuhan Gizi Bayi dan Anak
Cara Membaca Label Informasi Nilai Gizi pada Produk Makanan
Panduan MPASI Sesuai Tahap Usia Anak
Mengenal Protein, Lemak, Karbohidrat, Vitamin, dan Mineral
Tips Menyimpan Makanan dan Minuman Anak dengan Aman
Disclaimer
Artikel ini bersifat edukatif dan informatif, bukan pengganti diagnosis, pemeriksaan, atau nasihat medis dari dokter, dokter anak, ahli gizi, atau tenaga kesehatan lainnya. Kondisi setiap bayi dan anak dapat berbeda; apabila terdapat masalah pemberian makan, dugaan alergi, gangguan pertumbuhan, atau kebutuhan formula khusus, konsultasikan dengan tenaga kesehatan sebelum mengambil keputusan.
Informasi regulasi dalam artikel ini merujuk pada sumber resmi yang diverifikasi saat artikel diperbarui. Perubahan peraturan setelah tanggal pembaruan dapat memengaruhi ketentuan yang berlaku, sehingga pembaca disarankan memeriksa sumber resmi pemerintah untuk informasi terbaru.
Baca Juga
- Panduan Kebutuhan Air Putih: Rumus, Tabel, dan Tips Lengkap
- Manfaat Mengonsumsi Serat Setiap Hari dan Dampaknya bagi Kesehatan Pencernaan
- 15 Makanan Indeks Glikemik Rendah untuk Menjaga Gula Darah
- Panduan Gizi Seimbang pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan Anak
- Cara Membaca Label Informasi Nilai Gizi pada Kemasan Makanan untuk Pemula
Penulis: Ken Zanindha

Ken Zanindha adalah jurnalis Aksi.me yang berfokus pada liputan ekonomi, industri, dan kebijakan publik. Berbekal latar belakang pendidikan komunikasi dari STIKOM Bandung serta pengalaman sebagai reporter di sejumlah televisi lokal, ia menulis berita dan analisis yang mengutamakan akurasi, verifikasi, dan relevansi bagi pembaca.





