Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di rumah merupakan bagian dari upaya membangun kebiasaan kesehatan melalui lingkungan keluarga. PHBS tidak hanya berkaitan dengan kebersihan rumah, tetapi juga mencakup perilaku yang berhubungan dengan kesehatan ibu dan anak, sanitasi, gizi, aktivitas fisik, serta perlindungan keluarga dari paparan asap rokok.
Kementerian Kesehatan menjelaskan PHBS sebagai perilaku kesehatan yang dilakukan atas dasar kesadaran sehingga seseorang, keluarga, kelompok, atau masyarakat mampu menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat.
Ringkasan Cepat
| Poin | Penjelasan |
|---|---|
| PHBS | Perilaku kesehatan yang dilakukan atas dasar kesadaran untuk mendukung kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan |
| Lingkup | Kesehatan ibu dan anak, sanitasi, kebersihan, gizi, aktivitas fisik, dan perlindungan dari asap rokok |
| Indikator | 10 indikator PHBS rumah tangga |
| Dasar pedoman | Permenkes Nomor 2269/Menkes/Per/XI/2011 |
| Penerapan | Dilakukan melalui kebiasaan sehat yang diterapkan secara konsisten di lingkungan keluarga |
Apa Itu PHBS di Rumah?
PHBS di rumah tangga merupakan upaya memberdayakan anggota keluarga agar mengetahui, bersedia, dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat. Rumah menjadi salah satu lingkungan penting dalam pembentukan kebiasaan karena komunikasi dan interaksi antaranggota keluarga dapat memengaruhi perilaku kesehatan.
PHBS di rumah mencakup beberapa kelompok perilaku, yaitu kesehatan ibu dan anak, kebersihan dan sanitasi, pencegahan penyakit, pola konsumsi, aktivitas fisik, serta perlindungan anggota keluarga dari paparan asap rokok.
Karena itu, PHBS tidak hanya berarti menjaga rumah tetap bersih. Penerapannya juga berkaitan dengan kebiasaan sehari-hari yang dapat mendukung kesehatan anggota keluarga.
10 Indikator PHBS di Rumah Tangga
Dalam pedoman PHBS rumah tangga, terdapat 10 indikator yang digunakan sebagai gambaran penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.
Kesepuluh indikator tersebut bukan seluruh perilaku kesehatan yang harus dilakukan dalam rumah tangga. Pedoman Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa indikator tersebut merupakan sebagian dari perilaku yang perlu dipraktikkan di rumah tangga dan dipilih karena dianggap dapat mewakili atau mencerminkan keseluruhan perilaku.
1. Persalinan Ditolong Tenaga Kesehatan
Persalinan yang mendapatkan pertolongan tenaga kesehatan merupakan salah satu indikator PHBS rumah tangga. Pertolongan tenaga kesehatan mendukung proses persalinan yang sesuai dengan standar pelayanan serta membantu mengenali kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
2. Memberikan ASI Eksklusif
Pemberian ASI eksklusif kepada bayi menjadi salah satu indikator kesehatan keluarga. Kementerian Kesehatan memasukkan praktik tersebut sebagai bagian dari indikator PHBS rumah tangga, khususnya yang berkaitan dengan kesehatan bayi.
3. Menimbang Bayi dan Balita Secara Berkala
Pemantauan pertumbuhan bayi dan balita membantu keluarga mengetahui perkembangan anak. Kegiatan tersebut dapat dilakukan melalui fasilitas atau kegiatan pelayanan kesehatan yang tersedia di lingkungan masyarakat.
4. Mencuci Tangan dengan Sabun dan Air Bersih
Mencuci tangan menggunakan sabun merupakan kebiasaan kebersihan yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Kebersihan tangan dapat membantu mengurangi penyebaran berbagai kuman penyebab penyakit.
WHO melalui pedoman kebersihan tangan di lingkungan masyarakat menempatkan kebersihan tangan sebagai langkah kesehatan masyarakat yang penting, termasuk di lingkungan rumah tangga. Pedoman tersebut menyoroti perannya dalam mengurangi risiko penyakit diare dan infeksi saluran pernapasan akut.
5. Menggunakan Air Bersih
Air bersih diperlukan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga, termasuk minum, memasak, mencuci, dan menjaga kebersihan diri. Ketersediaan serta penggunaan air yang aman menjadi bagian penting dalam mendukung kesehatan keluarga.
Pengelolaan sumber air dan penyimpanan air juga perlu diperhatikan agar air yang digunakan tetap terlindungi dari pencemaran.
6. Menggunakan Jamban Sehat
Penggunaan jamban sehat berkaitan dengan sanitasi rumah tangga dan pengelolaan kotoran manusia. Sanitasi yang baik membantu menjaga lingkungan tetap bersih serta mendukung upaya mengurangi risiko penyakit yang berkaitan dengan lingkungan.
7. Memberantas Jentik Nyamuk
Tempat penampungan air dan lokasi lain yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk perlu diperiksa dan dikelola secara rutin.
Pemberantasan jentik menjadi salah satu indikator PHBS karena berkaitan dengan upaya pengendalian penyakit yang dapat ditularkan melalui nyamuk. Kementerian Kesehatan memasukkan pemberantasan jentik sebagai salah satu indikator PHBS rumah tangga.
8. Mengonsumsi Buah dan Sayur Setiap Hari
Buah dan sayur merupakan bagian dari pola makan sehat. WHO menyebut buah dan sayuran sebagai bagian dari pola makan yang beragam dan seimbang, sementara pola makan sehat berperan dalam mendukung kesehatan dan membantu mengurangi risiko berbagai penyakit tidak menular.
Dalam penerapannya, konsumsi buah dan sayur dapat disesuaikan dengan kebutuhan, kondisi kesehatan, kebiasaan makan, serta ketersediaan pangan keluarga.
9. Melakukan Aktivitas Fisik Setiap Hari
Aktivitas fisik dapat berupa olahraga maupun kegiatan sehari-hari yang melibatkan gerakan tubuh dan penggunaan energi.
WHO menjelaskan bahwa aktivitas fisik secara teratur membantu mendukung kehidupan yang lebih sehat dan memberikan manfaat kesehatan pada berbagai kelompok usia.
Karena itu, keluarga dapat membiasakan aktivitas fisik melalui olahraga maupun kegiatan sehari-hari yang sesuai dengan usia dan kondisi masing-masing anggota keluarga.
10. Tidak Merokok di Dalam Rumah
Tidak merokok di dalam rumah merupakan bagian penting dari perlindungan kesehatan anggota keluarga. Kebiasaan tersebut membantu mengurangi paparan asap rokok terhadap orang lain di lingkungan rumah.
WHO menempatkan menghindari penggunaan tembakau sebagai salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko berbagai masalah kesehatan.

Apakah 10 Indikator PHBS Merupakan Semua Perilaku Hidup Sehat?
Tidak.
Sepuluh indikator PHBS rumah tangga merupakan indikator yang digunakan untuk menggambarkan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, bukan daftar lengkap seluruh kebiasaan yang menentukan kesehatan keluarga.
Pedoman Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa 10 indikator tersebut merupakan sebagian dari seluruh perilaku yang perlu dipraktikkan di rumah tangga. Indikator tersebut dipilih karena dianggap dapat mewakili atau mencerminkan keseluruhan perilaku PHBS.
Dengan demikian, memenuhi 10 indikator PHBS tidak berarti seseorang atau keluarga otomatis terbebas dari seluruh risiko kesehatan.
Kesehatan keluarga juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, seperti pola makan, aktivitas fisik, kondisi lingkungan, akses terhadap pelayanan kesehatan, imunisasi sesuai rekomendasi, dan kebiasaan hidup setiap anggota keluarga.
Apa Manfaat PHBS bagi Keluarga?
Manfaat PHBS dapat dilihat dari kelompok perilaku yang diterapkan.
Indikator mencuci tangan, penggunaan air bersih, jamban sehat, dan pemberantasan jentik berkaitan dengan kebersihan, sanitasi, dan upaya mengurangi risiko berbagai penyakit yang berkaitan dengan lingkungan.
Sementara itu, konsumsi buah dan sayur, aktivitas fisik, serta tidak merokok di dalam rumah berkaitan dengan perilaku yang mendukung pemeliharaan kesehatan dan pencegahan berbagai penyakit tidak menular. WHO mengidentifikasi pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, dan penggunaan tembakau sebagai faktor risiko penting penyakit tidak menular.
Adapun persalinan oleh tenaga kesehatan, ASI eksklusif, dan pemantauan pertumbuhan bayi dan balita berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak.
Dengan demikian, PHBS tidak hanya bertujuan membuat lingkungan rumah terlihat bersih. Penerapannya diarahkan untuk membangun kebiasaan yang dapat mendukung kesehatan keluarga dalam berbagai aspek.
Bagaimana Cara Menerapkan PHBS di Rumah?
Penerapan PHBS dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Keluarga dapat menyediakan sarana untuk mencuci tangan, menggunakan air dan jamban secara layak, membersihkan tempat penampungan air, serta menjaga kebersihan lingkungan rumah.
Pada aspek pola hidup, anggota keluarga dapat membiasakan konsumsi buah dan sayur, melakukan aktivitas fisik, serta tidak merokok di dalam rumah.
Untuk kesehatan ibu dan anak, keluarga dapat memanfaatkan pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing.
Keluarga juga memiliki peran penting sebagai tempat awal pembentukan perilaku. Komunikasi, interaksi, dan keteladanan antaranggota keluarga dapat membantu membangun kebiasaan sehat secara berkelanjutan. Kementerian Kesehatan juga menempatkan rumah tangga sebagai salah satu lingkungan penting dalam pembentukan perilaku melalui komunikasi dan interaksi antaranggota keluarga.
Apakah PHBS Hanya Berkaitan dengan Kebersihan Rumah?
Tidak. PHBS memiliki cakupan yang lebih luas daripada kebersihan fisik rumah.
Indikator PHBS rumah tangga juga mencakup kesehatan ibu dan anak, pola konsumsi, aktivitas fisik, sanitasi, kebersihan tangan, pemberantasan jentik, dan kebiasaan tidak merokok di dalam rumah.
Karena itu, penerapan PHBS perlu dipandang sebagai kebiasaan hidup yang mencakup berbagai aspek kesehatan keluarga.
Apa Saja Contoh PHBS di Rumah?
Contoh PHBS di rumah antara lain mencuci tangan dengan sabun dan air bersih, menggunakan air bersih dan jamban sehat, memberantas jentik nyamuk, mengonsumsi buah dan sayur, melakukan aktivitas fisik setiap hari, serta tidak merokok di dalam rumah.
Untuk keluarga yang memiliki bayi atau balita, indikator lainnya mencakup pemberian ASI eksklusif dan pemantauan pertumbuhan anak.
Sementara bagi ibu yang menjalani persalinan, salah satu indikatornya adalah mendapatkan pertolongan tenaga kesehatan.
Apakah PHBS Dapat Mencegah Semua Penyakit?
Tidak.
PHBS merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan dan mengurangi risiko berbagai masalah kesehatan, tetapi bukan jaminan seseorang terbebas dari penyakit.
Penerapan PHBS sebaiknya dipadukan dengan pola makan yang baik, aktivitas fisik, imunisasi sesuai rekomendasi, pemanfaatan pelayanan kesehatan, serta pemeriksaan medis ketika diperlukan.
WHO menempatkan pola makan sehat, aktivitas fisik, dan menghindari tembakau sebagai bagian dari perilaku yang mendukung kesehatan. Ketiga aspek tersebut juga berkaitan dengan upaya mengurangi faktor risiko penyakit tidak menular.
Apa Salah Satu Dasar Pedoman PHBS di Indonesia?
Salah satu dasar pedoman PHBS di Indonesia adalah Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2269/Menkes/Per/XI/2011 tentang Pedoman Pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.
Peraturan tersebut merupakan pedoman pembinaan PHBS dan mencakup upaya pembinaan perilaku hidup bersih dan sehat pada berbagai tatanan. Dokumen resmi Kementerian Kesehatan mencantumkan peraturan tersebut sebagai Permenkes Nomor 2269/Menkes/Per/XI/2011.
Dalam perkembangannya, PHBS juga memiliki keterkaitan dengan berbagai program dan kebijakan kesehatan. Karena itu, PHBS sebaiknya tidak dipahami hanya berdasarkan satu regulasi, tetapi sebagai bagian dari upaya promosi dan peningkatan kesehatan masyarakat secara lebih luas.
Kesimpulan
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di rumah merupakan upaya membangun kebiasaan kesehatan melalui lingkungan keluarga. Dalam pedoman PHBS rumah tangga, terdapat 10 indikator yang digunakan untuk menggambarkan penerapan PHBS, bukan daftar seluruh perilaku kesehatan yang harus dilakukan keluarga.
Kesepuluh indikator tersebut mencakup persalinan oleh tenaga kesehatan, ASI eksklusif, pemantauan bayi dan balita, mencuci tangan dengan sabun dan air bersih, penggunaan air bersih, jamban sehat, pemberantasan jentik, konsumsi buah dan sayur, aktivitas fisik, serta tidak merokok di dalam rumah.
Penerapan PHBS sebaiknya dilakukan sebagai kebiasaan sehari-hari dan disesuaikan dengan kondisi setiap anggota keluarga. Tujuannya bukan memberikan jaminan bebas penyakit, melainkan mendukung pemeliharaan kesehatan, mengurangi risiko masalah kesehatan, serta membangun lingkungan keluarga yang lebih sehat.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan pengganti diagnosis, pemeriksaan, atau konsultasi medis. Untuk keluhan kesehatan, kondisi khusus, atau kebutuhan penanganan medis, konsultasikan dengan tenaga kesehatan atau fasilitas pelayanan kesehatan.
Baca Juga
- Aedes aegypti: Ciri, Habitat, Siklus Hidup, dan Cara Mencegah
- Cara Mencegah Demam Berdarah di Rumah: Panduan Lengkap 3M Plus
- Apa Itu Wolbachia? Cara Kerja dan Perannya Mengendalikan Dengue
- Perbedaan Demam Berdarah dan Demam Biasa: Cara Mengenalinya
Penulis: Ken Zanindha

Ken Zanindha adalah jurnalis kesehatan Aksi.me lulusan komunikasi STIKOM Bandung. Bermodalkan pengalaman sebagai reporter TV lokal, ia fokus menyajikan berita dan analisis yang akurat, terverifikasi, serta relevan.






