Rasa malas belajar tidak selalu berarti seseorang tidak memiliki kemauan untuk belajar. Kesulitan memulai dapat muncul karena tugas terasa terlalu besar, target tidak jelas, banyak gangguan, kondisi fisik kurang mendukung, atau materi yang dipelajari belum benar-benar dipahami.
Salah satu cara yang dapat dicoba adalah Teknik Pomodoro, yaitu metode pengaturan waktu dengan membagi kegiatan belajar ke dalam sesi fokus dan waktu istirahat. Pemerintah melalui panduan belajar dari rumah untuk siswa juga pernah memperkenalkan teknik ini dengan pola 25 menit bekerja dan 5 menit istirahat.
Ringkasan Cepat
- Teknik Pomodoro membagi kegiatan belajar menjadi interval fokus dan istirahat.
- Pola yang populer adalah 25 menit fokus dan 5 menit istirahat.
- Setelah empat sesi, pengguna dapat mengambil jeda yang lebih panjang.
- Durasi tidak harus selalu 25 menit dan dapat disesuaikan dengan kondisi serta jenis tugas.
- Pomodoro bukan metode yang diwajibkan pemerintah kepada siswa atau mahasiswa.
- Tidak diperlukan dokumen, izin, sertifikat, atau biaya pemerintah untuk menerapkannya.
- Timer ponsel atau jam biasa sudah cukup untuk memulai.
- Pomodoro dapat membantu mengatur proses belajar, tetapi tidak menjamin setiap orang otomatis menjadi lebih produktif.
- Jika kesulitan belajar berlangsung terus-menerus dan mengganggu kegiatan sehari-hari, penyebabnya perlu dievaluasi lebih lanjut.
Apa Itu Metode Pomodoro?
Teknik Pomodoro merupakan metode manajemen waktu yang membagi pekerjaan ke dalam periode fokus tertentu dan diselingi istirahat. Tujuannya adalah memberikan struktur yang jelas sehingga seseorang tidak harus menghadapi seluruh tugas sebagai satu pekerjaan besar.
Format yang paling dikenal menggunakan 25 menit untuk bekerja atau belajar, kemudian 5 menit untuk beristirahat. Dalam panduan Belajar dari Rumah untuk Siswa, Kemendikbud menjelaskan langkah berupa membuat daftar tugas, mengerjakan tugas selama 25 menit, beristirahat 5 menit, kemudian mengulangi siklus tersebut; setelah empat Pomodoro, panduan tersebut menyarankan istirahat panjang selama 30 menit.
Namun, angka 25 menit bukan aturan hukum ataupun standar yang wajib digunakan setiap pelajar. Durasi dapat disesuaikan dengan usia, kemampuan berkonsentrasi, tingkat kesulitan materi, dan jenis pekerjaan.
Mengapa Pomodoro Dapat Membantu Mengatasi Rasa Malas?
Salah satu hambatan belajar adalah kesulitan memulai. Tugas seperti “belajar matematika”, “membaca satu bab”, atau “mengerjakan makalah” dapat terasa terlalu besar apabila tidak dipecah menjadi pekerjaan yang lebih spesifik.
Pomodoro menawarkan batas waktu yang jelas. Alih-alih berpikir harus belajar selama berjam-jam, seseorang cukup berkomitmen menyelesaikan satu sesi fokus terlebih dahulu.
Meski demikian, efektivitas metode ini tidak boleh dibesar-besarkan. Tinjauan ilmiah yang terbit pada 2025 menemukan adanya kecenderungan positif terhadap fokus, kelelahan, dan keterlibatan dalam berbagai studi, tetapi penulis juga menilai kepastian bukti secara keseluruhan masih moderat hingga rendah karena penelitian yang tersedia beragam.
Penelitian lain yang diterbitkan pada 2026 membandingkan jeda terstruktur seperti Pomodoro dengan jeda yang ditentukan sendiri pada 176 mahasiswa. Penelitian tersebut tidak menemukan perbedaan signifikan dalam hasil belajar antara kedua pola jeda, sementara jeda yang diatur sendiri berkaitan dengan suasana hati dan beberapa aspek pengalaman belajar yang lebih positif. Temuan ini menunjukkan bahwa fleksibilitas juga penting dan Pomodoro tidak harus diperlakukan sebagai satu-satunya metode belajar yang benar.
Mengapa Seseorang Bisa Merasa Malas Belajar?
Sebelum menggunakan Pomodoro, penting memahami bahwa istilah “malas” tidak selalu menjelaskan penyebab sebenarnya.
Tugas Terasa Terlalu Besar
Tugas yang belum dipecah sering membuat seseorang bingung menentukan langkah pertama. Akibatnya, kegiatan menunda dapat terjadi sebelum pekerjaan benar-benar dimulai.
Solusinya adalah mengubah target umum menjadi tugas yang dapat dikerjakan dalam satu sesi.
Contohnya:
“Belajar sejarah”
dapat diubah menjadi:
“Membaca halaman 20–30 dan membuat lima poin rangkuman.”
Target Belajar Tidak Jelas
Belajar tanpa tujuan yang spesifik membuat seseorang sulit mengetahui apakah satu sesi sudah menghasilkan kemajuan.
Target yang baik sebaiknya menjawab tiga pertanyaan: apa yang dikerjakan, berapa bagian yang diselesaikan, dan hasil apa yang diharapkan.
Banyak Gangguan
Notifikasi pesan, media sosial, permainan, video pendek, atau percakapan di sekitar tempat belajar dapat mengganggu konsentrasi.
Karena itu, mengatur lingkungan belajar sama pentingnya dengan mengatur timer.
Materi Sulit Dipahami
Tidak semua penundaan merupakan persoalan disiplin. Seseorang dapat menghindari tugas karena sebenarnya belum memahami materi atau tidak mengetahui cara menyelesaikannya.
Jika hal tersebut terjadi, Pomodoro perlu dipadukan dengan strategi lain, seperti bertanya kepada guru, berdiskusi dengan teman, menggunakan sumber belajar tambahan, atau meminta bantuan tutor.
Kondisi Fisik dan Lingkungan Tidak Mendukung
Kurang tidur, kelelahan, lapar, ruangan terlalu bising, atau posisi belajar yang tidak nyaman dapat memengaruhi kemampuan seseorang mempertahankan perhatian.
Pomodoro tidak dapat menggantikan kebutuhan dasar tersebut.
Landasan Pendidikan dan Regulasi di Indonesia
Tidak ada peraturan perundang-undangan di Indonesia yang mewajibkan siswa atau mahasiswa menggunakan Teknik Pomodoro. Karena itu, metode ini harus dipahami sebagai pilihan strategi belajar, bukan kewajiban administratif atau ketentuan sekolah yang ditetapkan pemerintah.
UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional masih berstatus berlaku dan menjadi salah satu dasar utama penyelenggaraan pendidikan nasional. Regulasi ini mengatur antara lain hak dan kewajiban peserta didik, pendidik, orang tua, masyarakat, serta pemerintah dalam sistem pendidikan.
UU tersebut tidak menetapkan Teknik Pomodoro sebagai metode pembelajaran wajib. Karena itu, penggunaan Pomodoro merupakan pilihan yang dapat dilakukan secara mandiri sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan penyelenggaraan pendidikan yang berlaku.
PP Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan
PP Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan mengatur lingkup Standar Nasional Pendidikan, kurikulum, evaluasi hasil belajar peserta didik, evaluasi sistem pendidikan, akreditasi, dan sertifikasi. Regulasi ini berlaku pada pendidikan yang diselenggarakan pemerintah maupun masyarakat melalui jalur formal, nonformal, dan informal.
PP tersebut bukan aturan khusus mengenai teknik belajar di rumah. Karena itu, PP 57/2021 tidak dapat dijadikan dasar bahwa siswa diwajibkan belajar menggunakan Pomodoro.
PP Nomor 4 Tahun 2022
PP Nomor 4 Tahun 2022 merupakan perubahan atas PP Nomor 57 Tahun 2021. Regulasi ini mengubah dan menambahkan sejumlah ketentuan dalam PP 57/2021, termasuk penyesuaian dengan ketentuan pendidikan tinggi. PP 4/2022 berstatus berlaku sejak 12 Januari 2022.
Dengan demikian, kerangka regulasi pendidikan nasional dapat menjadi konteks bagi kegiatan belajar, tetapi tidak mengatur kewajiban menggunakan metode Pomodoro.
Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015
Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti berstatus berlaku dan mengatur pembiasaan positif dalam lingkungan pendidikan.
Regulasi tersebut relevan sebagai konteks pembentukan kebiasaan positif di lingkungan pendidikan, tetapi tidak menetapkan Pomodoro sebagai metode belajar yang wajib digunakan.
Posisi Panduan Pemerintah tentang Pomodoro
Rujukan pemerintah yang paling langsung mengenai Pomodoro terdapat dalam Panduan Belajar dari Rumah untuk Siswa. Panduan tersebut memasukkan Teknik Pomodoro sebagai salah satu cara mengatur waktu belajar dan memberikan contoh pola 25 menit bekerja, 5 menit istirahat, serta jeda panjang setelah empat siklus.
Panduan tersebut perlu dibedakan dari peraturan perundang-undangan. Artinya, keberadaan Pomodoro dalam panduan pemerintah menunjukkan bahwa teknik tersebut pernah digunakan sebagai rekomendasi praktis, bukan menjadi kewajiban hukum bagi seluruh pelajar.
Syarat dan Dokumen yang Perlu Disiapkan
Menggunakan Pomodoro tidak memerlukan pendaftaran kepada sekolah, kementerian, pemerintah daerah, atau lembaga tertentu.
Tidak ada dokumen, izin, sertifikat, maupun persetujuan pemerintah yang wajib dimiliki untuk menerapkan Teknik Pomodoro secara mandiri.
Perlengkapan minimal juga sederhana:
- daftar tugas;
- bahan pelajaran;
- alat tulis jika diperlukan;
- jam atau timer.
Aplikasi Pomodoro, kalender digital, headphone, atau aplikasi pemblokir gangguan hanya merupakan perlengkapan tambahan.
Cara Menggunakan Pomodoro untuk Belajar
Alur Singkat
Tentukan tugas → pecah menjadi target kecil → singkirkan gangguan → atur timer → fokus belajar → istirahat → ulangi → evaluasi hasil.
1. Tentukan Satu Tugas
Jangan memulai dengan target yang terlalu luas.
Daripada menulis “belajar IPA”, tentukan target seperti “membaca materi sistem pernapasan dan membuat lima poin rangkuman”.
2. Pecah Tugas Besar
Makalah, persiapan ujian, atau proyek sekolah dapat dibagi menjadi beberapa bagian.
Misalnya:
- mencari sumber;
- membuat kerangka;
- menulis pendahuluan;
- menyusun pembahasan;
- memeriksa hasil;
- melakukan penyuntingan.
3. Singkirkan Gangguan
Aktifkan mode jangan ganggu pada ponsel atau letakkan perangkat di luar jangkauan jika tidak diperlukan untuk belajar.
Jika ponsel digunakan sebagai timer, hindari membuka aplikasi lain selama sesi berlangsung.
4. Atur Timer
Pemula dapat mencoba pola 25 menit fokus dan 5 menit istirahat.
Jika 25 menit terasa terlalu berat, durasi dapat dikurangi. Sebaliknya, orang yang sudah terbiasa fokus dapat menggunakan interval lebih panjang.
5. Fokus pada Satu Pekerjaan
Selama timer berjalan, kerjakan target yang sudah ditentukan.
Jika tiba-tiba teringat tugas lain, catat pada kertas atau aplikasi catatan dan kembali ke pekerjaan utama.
6. Gunakan Waktu Istirahat
Saat jeda, berdiri, minum, melakukan peregangan ringan, atau sekadar mengistirahatkan mata.
Hindari membuka media sosial jika aktivitas tersebut membuat waktu istirahat sulit dikendalikan.
7. Ulangi dan Ambil Jeda Lebih Panjang
Setelah beberapa sesi, berikan waktu istirahat yang lebih panjang.
Format klasik yang diperkenalkan dalam panduan pemerintah tersebut menggunakan jeda panjang 30 menit setelah empat Pomodoro.
8. Evaluasi
Setelah selesai, lihat apa yang berhasil dan apa yang menghambat.
Catat apakah durasi 25 menit sesuai, berapa target yang tercapai, dan gangguan apa yang paling sering muncul.
Contoh Pola Pomodoro untuk Belajar
Berikut contoh sederhana yang dapat disesuaikan:
- 19.00–19.25: membaca materi.
- 19.25–19.30: istirahat.
- 19.30–19.55: mengerjakan latihan soal.
- 19.55–20.00: istirahat.
- 20.00–20.25: memeriksa jawaban.
- 20.25–20.30: istirahat.
- 20.30–20.55: membuat rangkuman.
- 20.55 dan seterusnya: mengambil jeda lebih panjang atau melanjutkan sesuai kebutuhan.
Jadwal tersebut hanyalah contoh. Tidak ada ketentuan pendidikan nasional yang mewajibkan siswa mengikuti jam tersebut.
Perbandingan Durasi Pomodoro
| Pola | Waktu Fokus | Istirahat | Cocok untuk | Catatan |
|---|---|---|---|---|
| Pendek | 15 menit | 5 menit | Pemula atau tugas ringan | Dapat menjadi tahap awal |
| Standar | 25 menit | 5 menit | Belajar umum | Format Pomodoro yang populer |
| Menengah | 40 menit | 10 menit | Membaca atau latihan soal | Memerlukan fokus lebih lama |
| Panjang | 50 menit | 10 menit | Tugas kompleks | Tidak cocok untuk semua orang |
Tabel tersebut merupakan contoh adaptasi, bukan standar resmi pemerintah.
Berapa Biaya dan Lama Prosesnya?
Dari sisi biaya resmi, Rp0. Tidak ada pungutan pemerintah, biaya pendaftaran, atau tarif layanan untuk menggunakan Teknik Pomodoro secara mandiri.
Peralatan tambahan dapat menimbulkan biaya, tetapi semuanya bersifat opsional.
| Kebutuhan | Biaya Resmi/Pemerintah | Biaya Opsional | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Timer bawaan ponsel | Rp0 | Rp0 | Sudah cukup untuk memulai |
| Jam atau timer sederhana | Rp0 | Sesuai harga barang | Tidak wajib |
| Aplikasi Pomodoro | Rp0 | Gratis atau berbayar | Versi gratis umumnya cukup |
| Buku pelajaran | Rp0 untuk metode | Sesuai harga | Bukan biaya Pomodoro |
| Aplikasi pemblokir gangguan | Rp0 | Gratis atau berlangganan | Pilihan tambahan |
Tidak ada “waktu proses” administratif karena Pomodoro bukan layanan pemerintah. Metode dapat langsung digunakan setelah pengguna menentukan tugas dan timer.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Beberapa kesalahan justru dapat membuat metode ini kurang efektif.
Pertama, terlalu terpaku pada timer. Timer seharusnya membantu mengatur pekerjaan, bukan menjadi sumber tekanan.
Kedua, menggunakan waktu istirahat untuk media sosial tanpa batas. Istirahat lima menit dapat berubah menjadi 30 menit jika tidak dikendalikan.
Ketiga, memasukkan terlalu banyak target dalam satu sesi. Buat target yang realistis agar kemajuan dapat terlihat.
Keempat, memaksakan 25 menit kepada semua orang. Tidak semua usia dan jenis tugas membutuhkan interval yang sama.
Kelima, menganggap Pomodoro sebagai solusi untuk semua masalah belajar. Jika persoalannya adalah materi yang tidak dipahami, lingkungan yang tidak mendukung, atau masalah lain yang lebih mendasar, diperlukan solusi tambahan.
Kapan Pomodoro Kurang Cocok?
Pomodoro bukan metode yang harus digunakan dalam semua situasi.
Metode ini dapat kurang sesuai ketika seseorang sedang mengerjakan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi panjang tanpa interupsi, mengikuti ujian, melakukan eksperimen tertentu, atau terlibat dalam diskusi kelompok.
Dalam kondisi tersebut, interval dapat diperpanjang atau metode pengaturan waktu lain digunakan.
Penelitian 2026 yang membandingkan jeda terstruktur dengan jeda yang ditentukan sendiri juga menunjukkan bahwa tidak ada satu pola istirahat yang otomatis unggul dalam seluruh aspek belajar. Karena itu, fleksibilitas tetap diperlukan.
Bagaimana Jika Tetap Malas Setelah Menggunakan Pomodoro?
Jika Pomodoro tidak menyelesaikan masalah, jangan langsung menyimpulkan bahwa metode tersebut gagal atau seseorang tidak disiplin.
Periksa kembali:
- Apakah tugas terlalu besar?
- Apakah target terlalu banyak?
- Apakah materi sulit dipahami?
- Apakah lingkungan terlalu banyak gangguan?
- Apakah tubuh cukup beristirahat?
- Apakah ada masalah lain yang membuat belajar sulit dimulai?
Jika kesulitan belajar berlangsung terus-menerus dan mengganggu sekolah, kuliah, pekerjaan, atau aktivitas sehari-hari, diskusikan kondisi tersebut dengan guru, dosen, orang tua, atau tenaga profesional yang sesuai.
FAQ Metode Pomodoro

Apakah Pomodoro harus selalu 25 menit?
Tidak. Dua puluh lima menit merupakan format yang populer dan digunakan dalam panduan belajar dari rumah Kemendikbud, tetapi bukan kewajiban hukum. Durasi dapat disesuaikan.
Apakah Pomodoro bisa digunakan siswa SD?
Bisa dengan penyesuaian. Anak tidak harus mengikuti interval orang dewasa secara kaku. Durasi fokus perlu mempertimbangkan usia, kemampuan, dan jenis kegiatan.
Apakah mahasiswa juga dapat menggunakan Pomodoro?
Bisa. Metode ini dapat diterapkan untuk membaca materi, mengerjakan soal, membuat rangkuman, menulis makalah, atau membagi pekerjaan akademik menjadi beberapa tahap.
Apakah harus menggunakan aplikasi khusus?
Tidak. Jam, stopwatch, atau timer bawaan ponsel sudah cukup.
Apakah Pomodoro dijamin menghilangkan rasa malas?
Tidak. Pomodoro merupakan teknik pengelolaan waktu, bukan jaminan peningkatan hasil belajar. Bukti penelitian mengenai manfaatnya juga masih beragam sehingga pengguna perlu menyesuaikannya dengan kebutuhan masing-masing.
Apakah pemerintah mewajibkan siswa menggunakan Pomodoro?
Tidak. Pomodoro pernah diperkenalkan dalam panduan pemerintah sebagai salah satu cara mengatur waktu belajar, tetapi bukan kewajiban yang ditetapkan melalui UU, PP, atau peraturan menteri.
Apakah menggunakan Pomodoro membutuhkan biaya?
Tidak. Teknik dasarnya dapat dilakukan menggunakan timer yang sudah tersedia pada jam atau telepon seluler.
Kesimpulan
Teknik Pomodoro dapat menjadi salah satu cara praktis untuk menghadapi rasa malas belajar, terutama ketika masalah utamanya adalah sulit memulai, tugas terasa terlalu besar, atau waktu belajar belum terstruktur. Pola 25 menit fokus dan 5 menit istirahat dapat digunakan sebagai titik awal, tetapi tidak perlu dianggap sebagai aturan yang berlaku untuk semua orang.
Dari sisi regulasi, tidak ada UU, PP, atau Permendikbud yang mewajibkan siswa menggunakan Pomodoro. UU Nomor 20 Tahun 2003, PP Nomor 57 Tahun 2021 sebagaimana diubah dengan PP Nomor 4 Tahun 2022, serta Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 memberikan kerangka umum mengenai sistem pendidikan dan pembiasaan dalam pendidikan, bukan kewajiban menggunakan teknik manajemen waktu tertentu.
Karena itu, keberhasilan Pomodoro sebaiknya dinilai dari apakah metode tersebut membantu seseorang memulai pekerjaan, mempertahankan perhatian, dan menyelesaikan target secara lebih teratur. Jika ternyata interval 25 menit tidak sesuai, durasinya dapat disesuaikan atau metode belajar lain dapat digunakan.
Yang tidak kalah penting, rasa malas sebaiknya tidak selalu dipahami sebagai persoalan kemauan. Dengan mencari penyebabnya terlebih dahulu, strategi belajar yang dipilih dapat menjadi lebih tepat dan realistis.
Disclaimer Pendidikan, Kesehatan, dan Hukum
Artikel ini bertujuan untuk edukasi dan informasi umum, bukan pengganti konsultasi resmi dengan guru, dosen, tenaga profesional pendidikan, psikolog, dokter, atau ahli terkait. Teknik Pomodoro merupakan salah satu metode pengelolaan waktu dan bukan jaminan peningkatan hasil belajar. Informasi mengenai regulasi mengacu pada peraturan dan sumber resmi yang tersedia pada saat penulisan; untuk kebutuhan hukum atau administrasi tertentu, pembaca disarankan memeriksa ketentuan terbaru pada instansi yang berwenang.
Baca Juga
- Panduan Jadwal Libur Sekolah Indonesia dan Cara Ceknya
- Metode Pembelajaran Kreatif agar Siswa Aktif di Kelas
- Cara Menumbuhkan Minat Baca Anak Sejak Dini Tanpa Paksaan
- Cara Mengatur Waktu Belajar di Tengah Padatnya Aktivitas
Penulis: Iwan Gunesa

Iwan Gunesa aktif sebagai jurnalis di Aksi sejak 2021 dan tergabung dalam Jurnalis Bela Negara (JBN). Ia memiliki pengalaman menulis untuk media majalah dan media digital dengan fokus liputan Pendidikan dan edukasi.






